K-Drama, I’m in Love



Saya bukan penggemar Drama Korea, Kpop atau apalah yang sejenisnya. Bagi saya semua yang berhubungan dengan hal tersebut seakan tidak menarik dan terkesan berlebihan (baca : alay). Namun sepertinya anggapan itu perlahan luntur. Saya sudah menamatkan dua judul Drama Korea dalam waktu satu minggu. Hwaa.. efeknya parah banget, bikin nagih. Pengen lagi pengen lagi hehe.

Awalnya sih cuma iseng aja minta copy-an film apa aja dari seorang teman yang pengkoleksi film. Tanpa milih-milih lagi kaya mau beli ikan di pasar, asal dicopy aja. Dan karena suasananya cukup bagus untuk menyendiri, maka saya pun capcus mainin filmnya.

Tak disangka tak dinyana, saya pun tehanyut oleh ceritanya. Apalagi melihat para aktor yang ketjeh badai ya kan? :) siapa coba yang gak betah?. Selain para pemain, alur cerita yang bagus juga menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Mungkin karena saya bukan penikmat film ya, jadi masih awam tentang hal seperti ini.


Korean Drama dengan segala sisi dramatis yang ampuh menghipnotis penonton baik yang baru maupun penggemar lamanya memang tak tanggung-tanggung. Semuanya terlihat begitu sempurna, dikemas dengan apik dan profesional. Banyak adegan penting yang terlihat begitu nyata meskipun sangat sulit membayangkannya. Tidak jauh beda dengan hollywood.

Meskipun begitu, banyak pula alasan untuk tidak menontonnya. Ya, karena tidak semua orang suka menonton apalagi dengan jumlah episode yang berekor panjang. Harus nunggu weekend dulu dan menyiapkan waktu yang panjang untuk menghabiskan seluruh episodenya. Bisa sih dicicil –kaya kredit motor aja-, tapi dijamin rasanya pasti beda sama yang marathon.

Ups, sepertinya saya sudah terhipnotis dengan Drama Korea. Tapi percaya deh, bagus kok, saya aja sampe suka, atau mungkin jatuh cinta, eeaaa. Seperti orang yang jatuh cinta pada umumnya, pasti sulit untuk menentukan apa yang membuatnya jatuh cinta, yakan?. Dan itu terjadi pada saya :( .
Tapi  kalo dari pengamatan awam saya, ada beberapa hal yang menurut saya menarik dan membuat saya betah untuk mengamati k-drama ini, this is it:

·         Yang pertama adalah fashion style yang dikenakan para pemain di K-Drama menurut saya sangat elegan. Cocok dijadikan inspirasi model berpakaian sehari-hari dengan sedikit sentuhan di beberapa bagian tentunya ya. Sesuaiin aja lah sama kebutuhan.
Saya suka style-nya :)


·         Kalo yang kedua saya yakin semuanya pasti sependapat sama saya hehe. Yap, pemainnya ganteng-ganteng dan cantik-cantik kan?, ada yang bilang gak?. Salah satu opsi untuk menyegarkan pikiran yang sedang galau.
Ada yang mau bilang jelek? haha

  Alur cerita yang bagus menjadi poin selanjutnya yang menurut saya cukup menarik. Endingnya susah dibaca, bahkan saya sampai skip ke episode terakhir dulu saking penasarannya. Tapi jangan ditiru ya, bikin semangat nonton jadi turun.

·         Nah, kalo yang terakhir ini yang kadang bikin ngakak. Bahasa korea yang unik (menurut saya) jadi bikin praktekin di dunia nyata. Meskipun taunya Cuma sepotong, yaudah praktekin aja. Tiap ketemu temen disapa dengan bahasa yang sebisanya dan seadanya. Tapi sisi baiknya sih jadi bikin pengen belajar bahasa korea lebih dalam lagi. Sekarang yang familiar cuma anyeonghaseo sama hamsahamida aja.


Sepertinya sih masih banyak lagi yang bikin nonton K-Drama ini makin asik. Mungkin ada yang mau nambahin? Kalo ada yang punya koleksi lama atau baru bolehlah dikasih ke saya hihi. yuk lanjut nonton... jangan lupa siapin cemilan yang banyak ya hehe.


Happy blogging :) 

Sumber gambar : google.com/loverain

Mudahnya Aktivasi Mandiri Mobile


Assalamualaikum

Kembali bertemu di blog saya yang masih cupu ini. Kali ini saya mau cerita pengalaman saya tentang aktivasi mobile banking di salah satu bank di Indonesia. Ternyata jauh dari pikiran buruk saya tentang kerumitannya, its so easy, Dear.

Sebenarnya sudah cukup lama saya ingin mengaktifkan aplikasi mobile banking karena jumlah transaksi yang kadang cukup banyak dan membuat malas mengantre berlama-lama di atm. Apalagi bank yang saya titipin uang ini tidak memiliki jumlah atm sebnayak bank lain yang selalu ada di manapun berada. Jadi sepertinya akan lebih mudah jika transaksi dilakukan melalui satu aplikasi saja.

Setelah mencari tau tentang kelebihan, kekurangan dan cara aktivasi akun mandiri mobile di internet, akhirnya saya pun berangkat ke Kantor Mandiri KCP Jepara. Sengaja memilih waktu agak siang karena menurut prediksi saya, pada hari tersebut akan terdapat antrean cukup panjang di CS Bank tersebut.

Entah prediksi saya benar atau tidak, yang pasti pada saat saya sampai di sana dan disambut oleh satpam saya lihat semua kursi di depan CS terisi penuh. “Semoga tidak antre lama”, doa saya saat itu.
Setelah mendapatkan formulir permintaan dari petugas satpam dan dipersilakan mengisi, saya pun mengisi beberapa kolom yang tersedia. Sebenarnya saya agak malas, karena harus mengisi kolom-kolom yang tersedia sesuai dengan kartu identitas. Males ngeluarin ktp aja sih sebenernya hehe.

Formulir permintaan yang perlu saya isi sembari menunggu antrean

Setelah mengisi beberapa kolom yang bisa diisi tanpa melihat ktp, salah satu kursi terlihat kosong dan CS mempersilakan saya untuk menuju ke meja tersebut.

Setelah disambut dengan senyum dan salam serta menanyakan keperluan, akhirnya keluarlah ktp saya dari tas (tentu saja beserta buku tabungan dan kartu atm). Dan kolom yang masih kosong akhirnya dilanjutkan oleh CS tersebut hehe. Lalu saya diminta untuk menyebutkan nomor handphone yang akan didaftarkan untuk sms banking.

Loh, kok sms banking?

Iya, karena mandiri mobile nantinya berhubungan dengan nomor yang digunakan untuk sms banking dan secara otomatis akan mengaktikan sms banking. CMIIW.

Setelah menunggu aktivasi sekitar beberapa menit, gak sampe lima menit sih, saya diminta untuk memasukkan pin sms banking ke mesin atm. Setelah berhasil, selanjutnya saya diminta membuka aplikasi mandiri mobile yang sudah saya download sebelumnya.

Download dulu aplikasinya ya... (:
Saat membuka aplikasi, ternyata jaringan internet di dalam gedung bank tidak stabil. Jaringan yang awalnya 3G mendadak menjadi E. Karena saking lamanya loading aplikasi, akhirnya CS menawarkan untuk keluar demi mencari jaringan yang bagus. Meski masih belum stabil, akhirnya setelah sekitar lima menit aplikasi tersebut bisa terbuka dan saya diminta kembali untuk memasukkan username dengan kombinasi huruf dan angka sebanyak 8 digit. Dan DONE! Aplikasi mandiri mobile sudah bisa digunakan.



Sedikit Tentang Mandiri Mobile

Tentang layanan ini sebenarnya telah dijelaskan di website bank mandiri dengan cukup detail. Saya hanya akan menambahkan beberapa poin saja.

Mandiri mobile dapat digunakan di handphone blackberry, android maupun ios. Namun perhatikan dulu versi layanan handphone-nya ya, karena aplikasi ini masih belum bisa berdamai dengan android versi terbaru. Ini bocoran dari CS yang melayani saya, kabarnya ada nasabah yang tidak bisa melakukan aktivasi karena versi android di handphone-nya adalah versi yang cukup baru.

Jika handphone yang digunakan transaksi adalah handphone dual sim, maka nomor yang didaftarkan sms banking harus dipasang di slot sim 1. Dan menurut CS-nya, hanya bisa digunakan dari jaringan yang terdapat di sim yang didaftarkan tersebut atau jaringan wifi.

Untuk hal ini, saya sempat mencoba untuk membuktikan kebenarannya hehe. Taraaaa.. hasilnya, transaksi tetap bisa dilakukan meskipun jaringan internet yang saya aktifkan bersal dari sim 2. Entah karena saya beruntung atau memang demikian, Idk :)
 .
Taraaaaa.. transaksi berhasil dengan jaringan sim 2
Apa saja yang perlu disiapkan?

Untuk mengaktifkan layanan mandiri mobile ini setidaknya ada beberapa hal yang perlu disiapkan:
  • Kartu identitas, buku tabungan dan kartu ATM
  • Handphone yang support aplikasi mandiri mobile.
  • Sim card yang bisa digunakan transaksi sms banking mandiri. Menurut CS yang menangani saya, semua kartu bisa digunakan kecuali *hree.
  • Kuota data yang cukup untuk melakukan download aplikasi dan transaksi. Untuk handphone dual sim, meskipun menurut pengalaman saya tentang transaksi yang tetap bisa dilakukan dengan jaringan sim2, aplikasi harus didownload dengan menggunakan sim1.
  • Username yang terdiri dari 8 digit kombinasi huruf dan angka serta pin sms banking yang benar-benar aman.

Kurang lebih begitulah ulasan dan cerita saya tentang pengalaman melakukan aktivasi mandiri mobile. Dengan aplikasi ini, saya bisa melakukan banyak hal mulai dari cek saldo, cek mutasi, transfer uang sampai melakukan pembayaran-pembayaran bulanan.



Semoga bermanfaat
Ini ceritaku mana ceritamu?



Saya (masih) Anak Kos

Hari ini genap satu bulan saya menempati kamar kos yang cukup jauh dari rumah. Sebenarnya keputusan ini sudah sangat telat bagi saya yang notabene-nya telah menginjak semester akhir. But, bukan itu poinnya. Ada hal lain yang saya pertimbangkan dari keputusan besar setelah bertahun-tahu terpendam. Ya, terpendam karena sejak semester awal sudah memohon dan meminta kepada ibu saya untuk mengijinkan anaknya hidup mandiri dan tak lagi tinggal di rumah.

Sebenarnya cerita hari pertama di kos sudah ditulis disini, tapi entah kenapa saya masih ingin menuliskannya kembali.

Beberapa teman menanyakan tentang alasan saya memilih tidak lagi berangkat kuliah dari rumah, padahal tiga tahun berlalu dan semua terlihat baik-baik saja. Dan akhirnya saya pun banyak berspekulasi yang membuat mereka semakin heboh saja. Daripada saya jawab serius, saya jawab saja “karena takut dilamar”, hehe.

Sebulan terakhir saya sudah pulang tiga kali, “hah, apa-apaan?”. Ya kan namanya juga anak baru, kangen orang tua, pasti. Tapi selain itu, saya juga perlu riwa-riwi mengambil barang-barang kebutuhan yang saya perlukan. Mau gak mau harus pulang dong. Paling lama hanya satu hari dua malam di rumah. Sudah fair dong ya.

Sampai detik ini, saya sudah merasa nyaman tinggal di kos dengan suasana yang masih sepi karena belum masuk masa perkuliahan. saya lebih menyukai suasana yang sepi, hening dan tidak bising, tanpa gangguan lebih tepatnya. Seperti saat saya menulis post ini. Saat dimana tetangga kamar saya sedang beraktifitas di luar dan hanya saya di dalam kamar yang bersebelahan dengan penghuni kamar yang memiliki daya verbal luar biasa. Saya gak bilang cerewet lo ya, peace.

Kembali lagi ke soal keputusan menjadi anak kos. Sebagai mahasiswa hukum, sejujurnya saya tidak begitu tertarik untuk memiliki karir di dunia perhukuman. Bukan bermaksud menyia-nyiakan ilmu yang telah didapatkan ya, tapi setau saya ilmu bisa dimanfaatkan dalam berbagai bentuk. Tidak harus di bidang yang telah ditentukan. Dan saya lebih tertarik untuk menjadi entrepreneur atau wirausaha atau apalah bahasanya.

Di zaman yang serba digital, tentunya bisnis tak ketinggalan dengan kedigital-an dunia. Saya pun memaksa merangsek untuk masuk ke dunia bisnis beserta digitalisasinya. Dukungan orang tua menjadi salah satu penyemangat saya, meskipun kadang mereka sangsi. Tapi dengan berbagai upaya, akhirnya mereka yakin kembali.

Dan sekarang, saya memutuskan untuk kembali memulai, oh bukan, meneruskan apa yang pernah saya bangun dan sempat jatuh. Saya kembali mantap untuk memulai usaha meskipun harus tidak tinggal di rumah.

Loh, kan bisa buka usaha di rumah saja?
Iya sih, tapi gimana ya. Kalo saya kasih jawaban nanti dikira alasan. Kalo gak dijawab jadi salah juga.
Jadi gini, sebagai seorang introvert, saya lebih senang mengatur kehidupan saya sendiri. Tidak suka diatur-atur, tidak suka diganggu. Padahal sebagai tanpa diatur orang lain pun saya cukup kualahan mengatur jadwal sendiri hehe. Dengan lokasi yang dekat dengan kampus, harapan saya sih, kegiatan saya yang tadinya harus di skip dengan agenda naik turun bis saat pulang dan berangkat ngampus bisa diconvert ke kegiatan lain yang lebih bermanfaat.
Jika perjalanan yang biasa saya tempuh adalah empat puluh lima menit pulang pergi, tentunya sudah bisa digunakan untuk banyak hal lain, bukan?

Emang usahanya apa sih? Sampe segitunya?
Emm,,, nanti dulu deh. Belum pengen ngasih tau, nanti dikira ngiklan lagi :D.

Trus, mau sampe kapan ngekosnya?
Belum tau. Yang pasti selama saya merasa nyaman dan tenang, saya akan tetap disini. Mungkin sampai ada yang melamar saya, cieee. Bukan berarti saya tega sama ibuk karena membiarkan beliau di rumah hanya dengan adik laki-laki saya loh ya. Semua atas persetujuan beliau yang bahkan telah menyarankan saya untuk mencari pekerjaan yang dekat dengan tempat kos (meskipun saya masih mikir soal keinginan bekerja). Gak peduli mau mahasiswa atau sudah sarjana, saya masih anak kos.


Saya masih dalam tahap belajar untuk menjadi mandiri dan tidak membebani orang lain. Apapun yang saya lakukan adalah apa yang saya inginkan dengan tidak menjadi benalu dalam kehidupan orang lain. Jika terlihat baik dan positif, maka akan saya lakukan. Jika terlihat tak mungkin, biarkan waktu yang menjawabnya.

Jika ada potensi dalam dirimu dan ingin kau pecahkan, pecahkan!
Jika kau tak mampu, berusahalah dan biarkan waktu yang membantumu memecahkannnya.